YUSKY
Untuk blog yang saya buat saat ini, saya akan membahas tentang ilmu sosia dasar dan tangapan saya tentang masalah tersebut so let's cek out....
Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan
Menurut saya penduduk adalah dua orang yang bermukim atau bertempat tinggal di daerah tertentu. Orang yang mempunyai bukti-bukti kuat atas kependudukannya sebagai penduduk dinegara tersebut akan tetapi ia malah memilih bertempat tinggal diwilayah tertentu di Negara tersebut. Yang dikatakanpenduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
Ø Orang yang tinggal di daerah tersebut
Ø Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonmi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.
masyarakat adalah sesuatu kehidupan yang bertempat tingal di suatu daerah dengan berkelompok, biasa nya factor kebudayaan menjadi patokan nya dan memiliki kepercayaan nya masing-masing meskipun di Indonesia hanya mengakui 5 agama saja
Ada banyak beragam masyarakat di inonesia , yang berwarna kulit putih,sawo matang dan hitam…… mereka terbagi-bagi di suatu daerah contoh nya: jawa,Kalimantan ,Sumatra
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan masyarakat adalah :
- Kumpulan sekian banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum dan kehidupan bersama
- Kesatuan sosial yang mempunyai hubungan erat
- Kumpulan individu-individu yang mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup lama.
Kebudayaan adalah Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Unsur-Unsur Kebudayaan
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
- Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
- alat-alat teknologi
- sistem ekonomi
- keluarga
- kekuasaan politik
- Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
- sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
- organisasi ekonomi
- alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
- organisasi kekuatan (politik)
INDIVIDU,KELUARGA ,DAN
MASYARAKAT
MASYARAKAT
Menurut saya
individu adalah manusia yang berdiri sendiri ,setiap orang memiliki rasa
individualism nya masing-masing , terlebih seseorang memang harus di ajakrkan
mandiri sejak kecil agar bias terbiasa di kedepan nya…
Individul yang
berlebihan juka tidak baik di karnakan kita hidup bermasyarakat harus tolong
menolong dan ramah tamah ,apabila di suatu penduduk tingkat individualime na
sangat tingi maka Negara tersebut akan hancur karna tidak ada nya kerjasama dan
kepercayaan di dalam Negara tersebut……
Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap individu dan khususnya terhadap pembentukan individualitasnya adalah besar, namun sebaliknya individu pun berkemampuan untuk mempengaruhi masyarakat. Kemampuan individu merupakan hal yang utama dalam hubungannya dengan manusia.
Keluarga adalah
kumpulan orang-orang yang saling terkait dan berhubungan darah satu sama lain,
setiap orang di dunia ini memiliki kelurga …. Dalam sebuah kelurga memiliki
ayah ,ibu dan anak merka saling terkait dan sifat nya melindungi
Di dalam keluarga
memiliki kepala kelurga yaitu ayah , ayah bertugas untuk mencari nafkah dan
melindungi isti dan anak nya, lalu ibu bertugas mengurusi anak-anak dan rumah
tangga……
Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :
- Unit terkecil dari masyarakat
- Terdiri atas 2 orang atau lebih
- Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
- Hidup dalam satu rumah tangga
- Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
- Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
- Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
- Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan
masyarakat adalah
sesuatu kehidupan yang bertempat tingal di suatu daerah dengan berkelompok,
biasa nya factor kebudayaan menjadi patokan nya dan memiliki kepercayaan nya
masing-masing meskipun di Indonesia hanya mengakui 5 agama saja
Ada banyak beragam
masyarakat di inonesia , yang berwarna kulit putih,sawo matang dan hitam……
mereka terbagi-bagi di suatu daerah contoh nya: jawa,Kalimantan ,Sumatra
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan masyarakat adalah :
- Kumpulan sekian banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum dan kehidupan bersama
- Kesatuan sosial yang mempunyai hubungan erat
- Kumpulan individu-individu yang mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup lama.
PEMUDA DAN SOSIALISASI
Menurut saya
tentang pemuda adalah seseorang yang merasa memiliki jiwa yang bebas dan ingin
hidup tanpa norma dan hukum, semua orang pasti pernah merasakan saat-saat
seperti ini di saat masa kuliah….
Seorang pemuda
biasa nya ingin memiliki Negara yang bebas untuk berpendapat dan mereka ingin
memberikan aspirasi mereka yang harus di dengarkan ,banyak kasus yang pernah
terjadi seperti kasus trisakti yang mengakibatkan banyak pemuda yang terbunuh
sia-sia…..
Oleh karna itu
sebaik nya pemuda yang bebas harus banyak di beri bimbingan yang baik agar
mereka membuat prestasi yang bias mebangga kan Negara nya dan bias di terima
masyarakat dengan baik..
Sosialisai adalah suatu pembelajaran
individu untuk ber komunikasi dengan satu sama lain, sosialisai sangat di
butuhkan teruta untuk orang yang pertama kali pindah di suatu tempat ke tempat
lain nya …..
Dalam bersosialisai juga menerapkan di
kelurga terutama di saat kelurga memiliki anak yang harus mengenal ayah dan ibu
nya, untuk awalan biasa nya anak akan di ajari bersosialisai dengan kelurga
kemudian tetangga lalu teman….
Sosialisasi sangat penting karna manusia
hidup harus bergotong royong dan berkerja sama untuk membangun Negara yang baik
dan memberikan aspirasi ,apabila seseorang tidak mau bersosialisasi mereka akan
susah di kedepan nya dan biasa nya masyarakat di sekitar nya akan acuh apabila
terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan…
Warganegara dan Negara
Menurut saya tentang warganegara adalah
suatu Negara yang memilik rarkyat di dalam nya dan bertempat tingal lebih dari
5 tahun, warganegra di suatu tempat harus memilik kartu tanda penduduk(KTP)
,dan memilik bekal yang baik untuk bersosialisasi di dalam Negara yang di
tempati nya….
Dalam warga negra biasa nya di tentukan
pada umur 17thn ,di mana seseoraang bisa memilih warganegara nya . apa bila dia
memilik 2 kewarganegaraan di saat umur 17 tahun dia harus memilih salah satu
dari kedua nya …..
Warganegara yang baik adalah yang mau
mengikuti peraturan di daerah nya dan berprilaku yang baik, apabila warga negra
berlaku tidak baik dia akan mendapatkan sangsi dan hukuman penjra.
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau (khusus DKI Jakarta) Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan. Paspor diberikan oleh negara kepada warga negaranya sebagai bukti identitas yang bersangkutan dalam tata hukum internasional. (oleh wikipedia Indonesia).
Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006
tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi
Warga Negara Indonesia (WNI) adalah ( dari uu kewarganegaraan 2006.html)
1. setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
2. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
3. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu
warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
Negara adalah seuatu kelompok orang yang
mendiami suatu Negara dan memiliki presiden di dalam nya, Negara yang baik
tercemin pada masyarakat nya yang mau berkerja sama dan berkerja keras untuk
memajukan Negara nya tersebut di mana di saat Negara tersebut terpuruk rakyat
nya dapat mengatasi nya dengan cermat dan bangkit…
Suatu Negara apabila bisa di sebut merdeka
di saat Negara lain mengakui kemerdekaan nya, apabila Negara merdeka Negara
lain tidak boleh menjajah dan menindas warganegara nya
Contoh Negara di dunia yang maju pesat adalah
amerika,eropa ,jepang etc, Negara tersebut di presideni oleh orang-orang yang
hebat yang mau berkerja sama membentuk Negara dengan baik dan tegas, di mana
rakyat nya sangat mendukung keputusan presiden.
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.
PELAPISAN SOSIAL & KESAMAAN
DERAJAT
Menurut saya
pelapisan social adalah pengelompokan para angota masyarakat secara bertingkat,
di Indonesia pelapisan social sengat lah cenerung kea rah rakyat yang kelas
bawah di karnakan banyak nya rakyat kelas bawah yang bertempat tinggal di kota
padahal ketika mereka hidup di desa mereka mendapat kan pekerjaan yang layak
dan aman.
Pelapisan social
sangat lah beragam di Indonesia ,ada lapisan atas ,menegah dan bawah ,lapisan
atas biasa nya berkerja sebagai pengusaha yang hidup terpenuhi sedang kan
lapisan tengah berkerja sebagai pegawai kantor yang mencukupi hidup nya dan
lapisan terbawah yang menggangur tetapi bertempat tinggal di ibu kota yang
persaingan nya sangat tinggi…
Di jaman dulu
pelapisan social sangat lah cenderung kea rah kasta di mana kelurga kerajaan
paling tinggi derajat nya dan rakyat nya harus mengikuti kehendak atau
peraturan dari raja.
Masyarakat terdiri dari berbagai latar belakang dan pelapisan sosial yang berbeda-beda. Pelapisan sosial merupakan pemilah-milah kelompok sosial berdasarkan status, strata dan kemampuan individu tersebut yang terjadisecara alami didalam masyarakat. Terjadinya pelapisa sosial berdasarkan adanya cara pandang masyarakat yang berbeda-beda dengan dilatarbelakangi oleh status sosial, strata sosial dan kemampuan ekonomi yang berbeda-beda. Adapun perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat.
1. Sistem pelapisan masyarakat tertutup diantaranya, Kasta Brahmana (pendeta), Kasta Ksatria (golongan bangsawan), Kasta Waisya (golongan pedagang), Kasta Sudra (golongan rakyat jelata) dan Kasta Paria (golongan orang yang tidak memiliki kasta).
2. Sistem pelapisan masyarakat terbuka. Setiap orang mempunyai kesempatan untuk menempati jabatan, jika orang tersebut menpunyai kemampuan pada bidang tersebut.
Kesamaan derajat terjadi karena adanya perbedaan kemampuan yang terjadi dalam bermasyarakat. Oleh sebabitu munculah lapisan-lapisan yang dapat menyatukan hal yang awalnya berbeda kemudian menjadi satu, hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang 1945 tentang hak asasi manusia.
1. Sistem pelapisan masyarakat tertutup diantaranya, Kasta Brahmana (pendeta), Kasta Ksatria (golongan bangsawan), Kasta Waisya (golongan pedagang), Kasta Sudra (golongan rakyat jelata) dan Kasta Paria (golongan orang yang tidak memiliki kasta).
2. Sistem pelapisan masyarakat terbuka. Setiap orang mempunyai kesempatan untuk menempati jabatan, jika orang tersebut menpunyai kemampuan pada bidang tersebut.
Kesamaan derajat terjadi karena adanya perbedaan kemampuan yang terjadi dalam bermasyarakat. Oleh sebabitu munculah lapisan-lapisan yang dapat menyatukan hal yang awalnya berbeda kemudian menjadi satu, hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang 1945 tentang hak asasi manusia.
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
Kesamaan derajat
adalah di mana rakyat atau kelompok saling menghormati satu sama lain di karna
kan mereka tidak memikirikan derajat satu sama lain,di jaman globalisasi sperti
ini kesamaan derajat sudah di terapkan ke seluruh masyarakat di karnakan kita
sesame manusia yang di ciptakan tuhan sama derajat nya…..
Kesamaan derajat
memiliki arti penting bagi orang-orang yang saling menghargai satu sama lain
mereka membenci penindasaan ,penghinaan dan deskriminisasi , contoh nya di
America orang hitam kasta nya lebih rendah di banding orang berkulit putih
,kasus ini bisa di sebut rasisme .
Sebagai manusia
ciptaan tuhan kita harus saling erat dan menghargai satu sama lain karna kita
di mata tuhn sama ,di dunia sudah banyak pendiri organisasi anti rasisme dan
organisasi perdamaian agar di setiap Negara jauh dari konflik.
MASYARAKAT PEDESAAN DAN
PERKOTAAN
PERKOTAAN
Menurut saya masyarakat pedesaan adalah
suatu kelompok atau perkumpulan suatu tempat di mana terdapat manusia
,hewan,tumuhan dan lain-lain yang hidup di dalam nya yg jauh dari perkotaan dan
masih mengunakan cara tradisional dalam pekerjaan sehari-hari nya. masyarakat
pedesaan banyak mengunakan tenaga kerja binatang untuk membantu pekerjaan nya.
Masyarakat pedesaan biasa nya memilii
ikatan kekeluargaan yang sangat erat dan mau bergotong royong demi memperbaiki
desa nya, setiap warga asing yang datang kedesa nya biasanya di sambut dengan
hangat sekali, masyarakt pedesaan biasa nya lebih menjaga kehormatan nya di
suatu desa agar tidak tercemer atau membawa sial di desa nya.
Tradisi-tradisi di suatu desa sangat
kental sekali di karnakan mereka masih mengunakan cara tradisional dalam pekerjaan
nya . seperti menanam padi,menggarap sawah ,memetik daun teh.
Menurut Anshoriy (2008), dalam penelitiannya tentang kearifan lingkungan di tanah jawa, bahwa kehidupan sosiokultural masyarakat di pedusunan (pedesaan) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Menjunjung kebersamaan dalam bentuk gotong royong, gugur gunung dan lain sebagainya,
- Suka kemitraan dengan menganggap siapa saja sebagai saudara dan wajib dijamu bila berkunjung ke rumah,
- Mementingkan kesopanan dalam wujud unggah-ungguh, tata krama, tata susila dan lain sebagainya yang berhubungan dengan etika sopan santun.
- Memahami pergantian musim (pranata mangsa) yang berkaitan dengan masa panen dan masa tanam,
- Memiliki pertimbangan dan perhitungan relijius (hari baik dan hari buruk) dalam setiap agenda dan kegiatannya,
- Memiliki toleransi yang tinggi dalam memaafkan dan memaklumi setiap kesalahan orang lain terutama pemimpin atau tokoh masyarakat,
- Mencintai seni dan dekat dengan alam.
Masyarakat perkotaan adalah suatu
kelompok di mana terdapat manusia yang sudah mengunakan cara modern dalam
kehidupan sehari-harian nya, masyarakat perkotaan lebih berpikir kearah masa
depan dan biasa nya acuh tak acuh, ada banyak masyarakat desa yang berpidah
dari desa ke kota di karnakan ingin memperbanyak pundi-pundi penghasilan nya.
Orang-orang di perkotaan biasa nya
bekerja sebagai pengusaha,pekerja kantoran ,wirasuasta dll . orang-orang di
perkotaan sudah berpikir secara modern di mana cara-cara tradisional yang
mengandung mistis sudah di tingalkan dan tidak di percayai nya, kehidupan di
dunia modern lebih tertata di karnakan banyak masyarakat yang tingal di dalam
nya. Seseorang yang tingal di kota sudah harus bisa menjaga dirinya dengan baik
di karanakan banyak nya tindakan-tindakan criminal di dalam kota.
beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
- Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
- Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
- Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
- Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
- Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
- Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
- Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
PERTENTANGAN SOCIAL & INTEGRASI MASYARAKATMenurut saya untuk pertentangan social adalah kegiatan yang menentang ilmu-ilmu social yang berada di kawasan nya , contohnya : perang antar suku. Menyelesaikan masalah dengan cara kekerrasan adalah sebuah tingkah laku yang tidak terpuji di karnakan akan menghasilkan korban-korban yang banyak, konflik juga akan menghasilkan perpecahan di mana dunia akan tidak aman jika banyak nya konflik di mana-mana.Konflik yang berkepanjangan juga terjadi pada Negara korea selatan di mana mereka Ingin membuat Negara yang mandiri dan tidak di bantu Negara mana pun. Pertentangan social juga terjadi pada anak remaja di mana mereka inigin mencari jati diri dan bertarung syapa yang lebih kuat,dari konflik seperti ini aparat harus lebih tegas lagi memberikan sangsi agar pertempuran di kalangan remaja semakin rendah.John E. Farley mengklasifikasikan prasangka ke dalam tiga kategori :- Prasangka kognitif, merujuk pada apa yang dianggap benar.- Prasangka afektif, merujuk pada apa yang disukai dan tidak disukai.- Prasangka konatif, merujuk pada bagaimana kecenderungan seseorang dalam bertindak.
Integrasi masyarakat adalah suatu klompok etnik yang beradaptasi dengan dunia modern tetapi tetap mempertahankan kebudayaan nya, di suatu negara harus bisa menyeimbangkan sesuatu yang masuk di dalam nya sperti teknologi,cara bepakaian dan lain-lain, tetapi ada juga yang tidak mau meningalkan adat istiadat nya di karnakan negara tersebut sudah meyakini kepercayaan dari turun menurun.Negara yang bisa beradaptasi dengan benar akan lebih kea rah yang positive dan maju , tetapai ada juga yang sangat menolak dan menentang dengan cara konflik yang berkepanjangan di karnakan negara tersebut susah mencerna dengan baik isi-isi dari revoluis yang berkembang dengan pesat, negara yang masih mengunakan cara tradisional lebih terhubung dengan alam dan roh nenek moyang, di mana cara-cara mistis yang bisa kita bilang aneh di lakukan nya dan di percayai nya 100%.
Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan
Menurut saya Ilmu Pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional, sistimatik, logik dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan percobaan yang transparan
dan objektif. Ilmu pengetahuan mempunyai spektrum analisis amat luas, mencakup persoalan yang sifatnya supermakro, makro dan mikro. Hal ini jelas terlihat, misalnya pada ilmu-ilmu: fisika, kimia, kedokteran, pertanian, rekayasa, bioteknologi, dan sebagainya.”
dan objektif. Ilmu pengetahuan mempunyai spektrum analisis amat luas, mencakup persoalan yang sifatnya supermakro, makro dan mikro. Hal ini jelas terlihat, misalnya pada ilmu-ilmu: fisika, kimia, kedokteran, pertanian, rekayasa, bioteknologi, dan sebagainya.”
“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Dan oleh Bacon & David Home pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kant pengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menadi tujuan penelitian bulat dan utuh, serta objek formal, yaitu sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Menurut Walter Buckingham yang dimaksud dengan teknologi adalah ilmu pengetahuan yang diterapkan ke dalam seni industri, oleh karenanya mencakup alat-alat yang memungkinkan terlaksananya efisiensi kerja menurut keragaman kemampuan.
Atau menurut pengertian lain, teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.Kalau ilmu dasar bertujuan untuk mengetahui lebih banyak dan memahami lebih mendalam tentang alam semesta dengan isinya, teknologi bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin dihadapi manusia. Hubungan ilmu pengetahuan dengan teknologi sering diungkapkan sebagai berikut :
Ilmu tanpa teknologi adalah steril dan teknologi tanpa ilmu adalah statis (Ilmu tanpa teknologi tidak berkembang dan teknologi tanpa ilmu tidak berakar.
Yang dimaksud dengan teknologi tepat guna adalah suatu teknologi yang telah memenuhi tiga syarat utama yaitu :
a. Persyaratan Teknis, yang termasuk di dalamnya adalah :
~ memperhatikan kelestarian tata lingkungan hidup, menggunakan sebanyak mungkin bahan baku dan sumber energi setempat dan sesedikit mungkin menggunakan bahan impor.
~ jumlah produksi harus cukup dan mutu produksi harus diterima oleh pasar yang ada.
~ menjamin agar hasil dapat diangkut ke pasaran dan masih dapat dikembangkan, sehingga dapat dihindari kerusakan atas mutu hasil.
~ memperlihatkan tersedianya peralatan serta operasi dan perawatannya.
b. Persyaratan Sosial, meliputi :
~ memanfaatkan keterampilan yang sudah ada
~ menjamin timbulnya perluasan lapangan kerja yang dapat terus menerus berkembang
~ menekan seminimum mungkin pergeseran tenaga kerja yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran.
~ membatasi sejauh mungkin timbulnya ketegangan sosial dan budaya dengan mengatur agar peningkatan produksi berlangsung dalam batas-batas tertentu sehingga terwujud keseimbangan sosial dan budaya yang dinamis.
kemiskinan adalah kurang nya pendapatan atau ketidakmampuan bekerja di karnakan faktor-faktor tertentu dan mengakibat kan seseorang tidak memiliki apa-apa dan hidup menganggur, kemisikinan di indonesia memiliki nilai yang amat tinggi di karnakan banyak nya rakyat indonesia yang menganggur ,dari kejadian ini kita bisa melihat penting nya bersekolah dan memiliki keterampilan itu nomer satu,banyak nya orang yang mengaggur akan mengakibat kan kekumuhan di sebuah kota , pengemis banyak di mana-mana, dan pasti nya tindakan kriminal yang meraja lela.
Atau menurut pengertian lain, teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.Kalau ilmu dasar bertujuan untuk mengetahui lebih banyak dan memahami lebih mendalam tentang alam semesta dengan isinya, teknologi bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin dihadapi manusia. Hubungan ilmu pengetahuan dengan teknologi sering diungkapkan sebagai berikut :
Ilmu tanpa teknologi adalah steril dan teknologi tanpa ilmu adalah statis (Ilmu tanpa teknologi tidak berkembang dan teknologi tanpa ilmu tidak berakar.
Yang dimaksud dengan teknologi tepat guna adalah suatu teknologi yang telah memenuhi tiga syarat utama yaitu :
a. Persyaratan Teknis, yang termasuk di dalamnya adalah :
~ memperhatikan kelestarian tata lingkungan hidup, menggunakan sebanyak mungkin bahan baku dan sumber energi setempat dan sesedikit mungkin menggunakan bahan impor.
~ jumlah produksi harus cukup dan mutu produksi harus diterima oleh pasar yang ada.
~ menjamin agar hasil dapat diangkut ke pasaran dan masih dapat dikembangkan, sehingga dapat dihindari kerusakan atas mutu hasil.
~ memperlihatkan tersedianya peralatan serta operasi dan perawatannya.
b. Persyaratan Sosial, meliputi :
~ memanfaatkan keterampilan yang sudah ada
~ menjamin timbulnya perluasan lapangan kerja yang dapat terus menerus berkembang
~ menekan seminimum mungkin pergeseran tenaga kerja yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran.
~ membatasi sejauh mungkin timbulnya ketegangan sosial dan budaya dengan mengatur agar peningkatan produksi berlangsung dalam batas-batas tertentu sehingga terwujud keseimbangan sosial dan budaya yang dinamis.
kemiskinan adalah kurang nya pendapatan atau ketidakmampuan bekerja di karnakan faktor-faktor tertentu dan mengakibat kan seseorang tidak memiliki apa-apa dan hidup menganggur, kemisikinan di indonesia memiliki nilai yang amat tinggi di karnakan banyak nya rakyat indonesia yang menganggur ,dari kejadian ini kita bisa melihat penting nya bersekolah dan memiliki keterampilan itu nomer satu,banyak nya orang yang mengaggur akan mengakibat kan kekumuhan di sebuah kota , pengemis banyak di mana-mana, dan pasti nya tindakan kriminal yang meraja lela.
Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
- Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
- Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
- Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
- Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
- Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kemiskinan bukanlah suatu yang terwujud dengan sendiri terlepas dari aspek-aspek lainnya, tetapi kemiskinan itu terwujud sebagai hasil interaksi antara berbagai aspek yang ada dalam kehidupan manusia. Terutama aspek sosial dan aspek ekonomi. Aspek sosial adalah adanya ketidaksamaan sosial di antara sesama warga masyarakat yang bersangkutan, seperti perbedaan suku bangsa, ras, kelamin, usia yang bersumber dari corak sistem pelapisan yang ada dalam masyarakat. Sedangkan aspek ekonomi adalah adanya ketidaksamaan di antara sesama warga masyarakat dalam hak dan kewajiban yang berkenaan dengan pengalokasian sumber-sumber daya ekonomi.
Sementara itu klasifikasi atau penggolongan seseorang atau masyarakat dikatakan miskin ditetapkan dengan menggunakan tolak ukur utama, yaitu :
v Tingkat pendapatan. Misalkan saja di Indonesia, tingkat pendapatan digunakan ukuran kerja waktu sebulan. Dengan adanya tolak ukur ini, maka jumlah dan siapa yang tergolong dalam orang miskin dapat diketahui. Atau dengan menggunakan batas minimal jumlah kalori yang dikonsumsi, yang diambil persamaannya dalam kg beras.
v Kebutuhan relatif per keluarga. Dibuat berdasarkan atas kebutuhan minimal yang harus dipenuhi dalam sebuah keluarga agar dapat melangsungkan kehidupannya secara sederhana tetapi memadai sebagai warga masyarakat yang layak.
Sementara itu klasifikasi atau penggolongan seseorang atau masyarakat dikatakan miskin ditetapkan dengan menggunakan tolak ukur utama, yaitu :
v Tingkat pendapatan. Misalkan saja di Indonesia, tingkat pendapatan digunakan ukuran kerja waktu sebulan. Dengan adanya tolak ukur ini, maka jumlah dan siapa yang tergolong dalam orang miskin dapat diketahui. Atau dengan menggunakan batas minimal jumlah kalori yang dikonsumsi, yang diambil persamaannya dalam kg beras.
v Kebutuhan relatif per keluarga. Dibuat berdasarkan atas kebutuhan minimal yang harus dipenuhi dalam sebuah keluarga agar dapat melangsungkan kehidupannya secara sederhana tetapi memadai sebagai warga masyarakat yang layak.
Agama dan Masyarakat
Menurut saya agama adalah kepercayaan yang di anut setiap manusia, kepercayan tersebut biasa nya turun menurun ,seperti agama islam,kristen,budha,hindu etc, di negara indonesia di anut 5 negara dan yang saling bersatu.
Definisi agama menurut Durkheim adalah suatu “sistem kepercayaan dan praktek yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudus kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal.” Dari definisi ini ada dua unsur yang penting, yang menjadi syarat sesuatu dapat disebut agama, yaitu “sifat kudus” dari agama dan “praktek-praktek ritual” dari agama. Agama tidak harus melibatkan adanya konsep mengenai suatu
mahluk supranatural, tetapi agama tidak dapat melepaskan kedua unsur di atas, karena ia akan menjadi bukan agama lagi, ketika salah satu unsur tersebut terlepas. Di sini terlihat bahwa sesuatu dapat disebut agama bukan dilihat dari substansi isinya tetapi dari bentuknya, yang melibatkan dua ciri tersebut.
Sedangkan menurut pendapat Hendro puspito, agama adalah suatu jenis sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berproses pada kekuatan-kekuatan non-empiris yang dipercayainya dan didayagunakannya untuk mencapai keselamatan bagi mereka dan masyarakat luas umumya. Dalam kamus sosiologi, pengertian agama ada 3 macam yaitu:
1. Kepercayaan pada hal-hal yang spiritual
2. Perangkat kepercayaan dan praktek-praktek spiritual yang dianggap sebagai tujuan tersendiri
3. Ideologi mengenai hal-hal yang bersifat supranatural
Fungsi dan Peran Agama Dalam Masyarakat
Dalam hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang tidak dapat dipecahakan secara empiris karena adanya keterbatasan kemampuan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama menjalankan fungsinya sehingga masyarakat merasa sejahtera, aman, stabil, dan sebagainya. Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut :
a. Fungsi edukatif.
Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.
b. Fungsi penyelamatan.
Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.
c. Fungsi pengawasan sosial (social control)
Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu :
- Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat.
- Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral ( yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern.
d. Fungsi memupuk Persaudaraan.
Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.
- Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalism, komunisme, dan sosialisme.
- Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.
- Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama
e. Fungsi transformatif.
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.
Sedangkan menurut Thomas F. O’Dea menuliskan enam fungsi agama dan masyarakat yaitu:
1. Sebagai pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi.
2. Sarana hubungan transendental melalui pemujaan dan upacara Ibadat.
3. Penguat norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada.
4. Pengoreksi fungsi yang sudah ada.
5. Pemberi identitas diri.
6. Pendewasaan agama.
masyarakat adalah sesuatu kehidupan yang bertempat tingal di suatu daerah dengan berkelompok, biasa nya factor kebudayaan menjadi patokan nya dan memiliki kepercayaan nya masing-masing meskipun di Indonesia hanya mengakui 5 agama saja
Ada banyak beragam masyarakat di inonesia , yang berwarna kulit putih,sawo matang dan hitam…… mereka terbagi-bagi di suatu daerah contoh nya: jawa,Kalimantan ,Sumatra
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan masyarakat adalah :
- Kumpulan sekian banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum dan kehidupan bersama
- Kesatuan sosial yang mempunyai hubungan erat
- Kumpulan individu-individu yang mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup lama.
FUNGSI DAN PERAN AGAMA DALAM MASYARAKAT MENURUT SAYA:
- Fungsi Pendidikan : Agama mengajarkan mengenai mana yang baik dan buruk, serta mengajak dan melarang yang harus dipatuhi agar pengikutnya menjadi pribadi yang baik dan benar.
- Fungsi Penyelamat : Manusia selalu menginginkan keselamatan di dunia maupun di akhirat.
- Fungsi Perdamaian : Melalui tuntunan agama, seorang/sekelompok orang yang bersalah dapat mencapai kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri, sesama, semesta dan Allah S.W.T. dengan cara bertaubat.
- Fungsi Rasa Solidaritas : Agama pun mengajarkan bagaimana kita/pengikutnya cara bertoleransi antar umat agama yang lain tanpa memandang statusnya. Bila fungsi ini dijalankan dengan serius, tulus dan benar maka perkelahian antara seseorang atau sekelompok orang tidak akan terjadi dan akan terciptakan kehidupan yang rukun.
- Fungsi Kontriol Sosial : Ajaran agama menbentuk pengukutnya agar pengikutnya peka terhadap masalah - masalah sosial seperti, kemiskinan, kemaksiatan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusian.
- Fungsi Emosional : Ajaran agama mengajarkan kita untuk mengendalikan emosi, perkataan dan tingkahlaku kita agar menjadi pengikut yang baik dan benar. Dengan fungsi ini, kita dapat mengambil tindakan/keputusan tanpa buru - buru dan dapat melihat situasi disekeliling kita dengan tenang

















